Selasa, 12 April 2016

Jenis Jenis Tanah dan Ciri cirinya

Jenis-Beroperasi Tanah



1.             Litosol
·          Beroperasi tanah Penyanyi kendi disebut tanah azonal.
·          Tanaman Yang can be Tumbuh di tanah litosol Adalah rumput Ternak, palawija, Dan Tanaman keras.
·          Bahan pembentuknya berasal Dari batuan keras Yang Belum mengalami pelapukan Beroperasi Sempurna.
·          Beroperasi tanah Penyanyi merupakan tanah mineral Tanpa ATAU Sedikit profil Perkembangan.
·          Tanah berbatu-batu.
·          Batuan induknya batuan beku ATAU batuan sedimen keras.
·          Kedalaman tanah dangkal (<30 cm), Dan kadang-kadang merupakan singkapan batuan induk (outerop).
·          Tekstur tanah beraneka ragam Dan PADA umumnya berpasir, umumnya TIDAK berstruktur.
·          Terdapat Kandungan batu, kerikil, Dan kesuburannya Bervariasi.
·          Tanah Litosol can be dijumpai PADA Segala Iklim.


2.             Aluvial
·          Terbentuk Dari endapan lumpur Yang terbawa sungai udara.
·          Lambat meresap udara Dan Mudah tererosi.
·          Mengandung Unsur hara.
·          Beroperasi tanah Penyanyi Masih muda, Belum mengalami Perkembangan.
·          Berasal Dari Bahan induk aluvium, tekstur beraneka ragam, Belum terbentuk Struktur, konsistensi hearts keadaan basah Lekat, pH bermacam-macam, Dan kesuburannya berkisar ANTARA sedang Hingga Tinggi. Penyebarannya di daerah adalah dataran aluvial sungai, dataran aluvial Pantai, Dan daerah adalah Cekungan (depresi).


3.             Regosol
·          Tanah berbutir kasar Dan berasal Dari materi gunung api.
·          Beroperasi tanah Penyanyi Masih muda, Belum mengalami diferensiasi horizon.
·          Tekstur pasir.
·          Tanah Yang berasal Dari batuan pasir Yang has lapuk.
·          Butiran kasar Dan bersifat lepas.
·          Sifatnya Sangat Miskin hara.
·          Daya Menahan udara Sangat Kurang, Dan Mudah tererosi.
·          Struktur berbukit tunggal. Konsistensi lepas-lepas.
·          PH umumnya netral.
·          Kesuburan sedang Dan berasal Dari Bahan induk materi vulkanik piroklastis ATAU pasir Pantai. Penyebarannya di daerah adalah lereng vulkanik muda dan DI daerah adalah Pantai.


4.             Tanah Gambut / Tanah Organik
·          Beroperasi tanah Penyanyi berasal Dari Bahan induk organik.
·          Seperti Dari hutan rawa ATAU rumput rawa.
·          Ketebalan Lebih Dari 0,5 meter.
·          Warna cokelat Sampai kehitaman, tekstur debu lempung.
·          TIDAK Lekat-Agak Lekat, Kandungan organik Lebih Dari 30% untuk review tanah
·          Tekstur lempung Dan Lebih Dari 20% untuk review tanah tekstur pasir, umumnya
·          Bersifat Sangat asam (pH 4.0), Dan Kandungan Unsur hara randah.


5.             Latosol (Tanah Merah)
·          Tanah Yang Banyak mengandung zat besi Dan aluminium.
·          Tanah Penyanyi Sudah Sangat tua, sehingga kesuburannya randah.
·          Tanah latosol Yang mempunyai Sifat Cepat mengeras Bila tersing kap ATAU berada di Udara Terbuka disebut tanah laterit.
·          Beroperasi tanah Penyanyi has mengalami Perkembangan ATAU Terjadi diferensiasi horizon.
·          Kedalaman tanah dalam, tekstur lempung.
·          Struktur remah Sampai gumpal, konsistensi gembur Sampai Agak teguh.
·          Warna cokelat, merah, Sampai kuning.
·          Penyebarannya di daerah adalah beriklim basah DENGAN curah hujan berkisar Lebih Dari 300-1000 meteran.
·          Tumbuhan Yang can be Hidup di tanah latosol Adalah padi, palawija, sayuran, buah-buahan, karet, sisal, cengkih, kakao, kopi, Dan kelapa sawit.


6.            Grumosol
·          Tanah Yang terbentuk Dari bahan Halus berlempung.
·          Beroperasi tanah Penyanyi berwarna Kelabu hitam Dan bersifat subur.
·          Tanah Penyanyi merupakan tanah mineral Yang memiliki Perkembangan pro fi l, Agak tebal, tekstur lempung Berat.
·          Struktur granular di lapisan tebal kulit differences Dan gumpal Sampai pejal di lapisan tebal kulit Bawah.
·          Konsistensi JIKA basah Sangat Lekat Dan plastis.Namun, JIKA kering Sangat keras Dan tanah Retak-Retak.
·          Kejenuhan basa, permeabilitas Lambat, Dan peka Erosi.
·          Penyebarannya di daerah adalah Iklim subhumid, DENGAN curah hujan Kurang Dari 2.500 mm / tahun.
·          Tanaman Yang Tumbuh di tanah grumusol Adalah padi, jagung, Kedelai, tebu, kapas, Tembakau, Dan jati.


7.             Podsol
·          Tanah Yang Terjadi Dari pelapukan batuan Yang mengandung kuarsa PADA Iklim basah.
·          Bersifat Mudah basah.
·          Beroperasi tanah Penyanyi has mengalami Perkembangan pro fi l.
·          Tekstur lempung Sampai pasir, Struktur gumpal, konsistensi Lekat.
·          Kandungan pasir kuarsanya Tinggi, Sangat asam, kesuburan randah.
·          Kapasitas pertukaran kation Sangat randah, Dan peka Terhadap Erosi.
·          Penyebarannya di daerah adalah beriklim basah DENGAN curah hujan Lebih Dari 2.000 mm / tahun.
·          Terdapat di daerah adalah Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, dan Papua.


8.             Andosol
·          Tanah Yang berasal Dari abu gunung api.
·          Tanah andosol Terdapat di lerenglereng gunung api.
·          Beroperasi tanah Penyanyi merupakan JENIS tanah DENGAN Kandungan mineral Yang has mengalami Perkembangan pro fi l.
·          Solum Agak tebal.
·          Warna Agak cokelat kekelabuan Sampai hitam.
·          Kandungan organik Tinggi, tekstur geluh berdebu, Struktur remah.
·          Konsistensi gembur Dan bersifat Licin berminyak Agak asam.
·          Kejenuhan basa Tinggi Dan Daya absorpsi sedang, Tinggi kelembapan, permeabilitas sedang, Serta peka Terhadap Erosi.
·          Vegetasi Yang Tumbuh di tanah andosol Adalah hutan hujan Tropis, bambu, Dan rumput.


9.             Tanah kapur
·          Tanah Yang terbentuk Dari batu kapur Yang mengalami pelapukan.
·          Cepat meresap udara Dan can be dilarutkan Oleh hujan.
·          TIDAK Begitu subur.
·          PADA umumnya, tanah Penyanyi Terdapat di Pegunungan kapur tua.
·          Tanah kapur Terdapat di daerah adalah perbukitan kapur Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Dan Sulawesi Selatan.
·          Tanaman Yang can be Hidup di daerah adalah kapur Adalah palawija, langkah, savana, Dan hutan jati ATAU hutan Musim.


10.         Tanah Organosol,
·          Merupakan tanah Yang terbentuk Dari Bahan induk organik (tanah gambut) Dan hutan rawa DENGAN Iklim basah PADA curah hujan 2.500 mm / tahun.
·          Cepat meresap udara Dan Banyak mengandung zat hara.
·          Tanah organosol Banyak mengandung Unsur hara Dan biasanya Terdapat di daerah adalah pasang surut seperti Jawa, Pantai barat Sumatera, Pantai Timur Kalimantan, Dan Pantai Barat Papua.

11.         Tanah Vulkanis (Tanah Tuff)
·          Merupakan tanah Yang terbentuk Dari pelapukan batuan vulkanis, lava Yang has membeku (effusif) ATAU Dari abu letusan gunung berapi Yang has membeku (efflata).
·          Tanah Penyanyi Sangat subur untuk review pertanian KARENA merupakan tanah tuff Yang berasal Dari abu letusan gunung berapi
·          PADA umumnya Beroperasi tanah Penyanyi Mudah meresap tetapi pesawat Daya Menahan Sangat udara Kurang sehingga Mudah tererosi.
·          Beroperasi tanah Penyanyi Banyak Terdapat di Sekitar gunung berapi ATAU daerah adalah lahar gunung berapi seperti di Sumatera, Jawa, Sulawesi, Dan Nusa Tenggara.
·          Tanah Penyanyi digunakan untuk review persawahan, Tanaman palawija, tebu, Tembakau, sayur-sayuran, dan Perkebunan.

12.          Tanah Mediteran
·             Tanah JENIS Penyanyi berasal Dari batuan kapur keras (limestone).
·             Penyebaran di daerah adalah beriklim subhumid, topografi karst Dan lereng vulkan DENGAN ketinggian di Bawah 400 m.
·             Warna tanah cokelat Hingga merah.
·             KHUSUS tanah mediteran merah kuning di daerah adalah topografi karst disebut "Terra Rossa".

13.           Tanah laterit
·          Tanah laterit Adalah tanah TIDAK subur Yang tadinya subur Dan kaya akan Unsur hara, namun Unsur hara tersebut Hilang KARENA Larut Dibawa Oleh hujan udara Yang Tinggi.
·          Kalimantan Barat Dan Lampung.
·          Warna merah, ATAU kekuning-kuningan.
·          Unsur hara Sedikit Jadi TIDAK subur.
·          Kaya akan LOGAM (sebagian gede besi Dan aluminium).

Selasa, 09 Februari 2016

Macam macam Koperasi


Macam-Macam Koperasi 


Ada bermacam-macam bentuk koperasi. Pengelompokan jenis koperasi bisa diketahui berdasarkan jenis usaha dan keanggotaan koperasi.

1. Macam-macam koperasi berdasarkan jenis usaha

Secara umum, berdasar jenis usaha, koperasi terdiri atas Koperasi Simpan Pinjam (KSP), Koperasi Serba Usaha (KSU), Koperasi Konsumsi, dan Koperasi Produksi. 

a. Koperasi Simpan Pinjam (KSP)

KSP adalah koperasi yang memiliki usaha tunggal yaitu menampung simpanan anggota dan melayani peminjaman. Anggota yang menabung (menyimpan) akan mendapatkan imbalan jasa dan bagi peminjam dikenakan jasa. Besarnya jasa bagi penabung dan peminjam ditentukan melalui rapat anggota. Dari sinilah, kegiatan usaha koperasi dapat dikatakan “dari, oleh, dan untuk anggota.”

b. Koperasi Serba Usaha (KSU)

KSU adalah koperasi yang bidang usahanya bermacam-macam. Misalnya, unit usaha simpan pinjam, unit pertokoan untuk melayani kebutuhan sehari-hari anggota juga masyarakat, unit produksi, unit wartel. 

c. Koperasi Konsumsi

Koperasi konsumsi adalah koperasi yang bidang usahanya menyediakan kebutuhan sehari-hari anggota. Kebutuhan yang dimaksud misalnya kebutuhan bahan makanan, pakaian, perabot rumah tangga. 

d. Koperasi Produksi

Koperasi produksi adalah koperasi yang bidang usahanya membuat barang (memproduksi) dan menjual secara bersama-sama. Anggota koperasi ini pada umumnya sudah memiliki usaha dan melalui koperasi para anggota mendapatkan bantuan modal dan pemasaran.

2. Macam-macam koperasi berdasarkan keanggotaan

Dilihat dari keanggotannya dikenal beberapa bentuk koperasi, yaitu :
 
a. Koperasi Unit Desa (KUD)

Koperasi Unit Desa adalah koperasi yang beranggotakan masyarakat pedesaan.. Koperasi ini melakukan kegiatan usaha ekonomi pedesaan, terutama pertanian. Untuk itu, kegiatan yang dilakukan KUD antara lain menyediakan pupuk, obat pemberantas hama tanaman, benih, alat pertanian, dan memberi penyuluhan teknis pertanian. 

b. Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI)

Koperasi ini beranggotakan para pegawai negeri. Sebelum KPRI, koperasi ini bernama Koperasi Pegawai Negeri (KPN). KPRI bertujuan terutama meningkatkan kesejateraan para pegawai negeri (anggota). KPRI dapat didirikan di lingkup departemen atau instansi. 

c. Koperasi Sekolah

Koperasi Sekolah meiliki anggota dari warga sekolah, yaitu guru, karyawan, dan siswa. Koperasi sekolah memiliki kegiatan usaha menyediakan kebutuhan warga sekolah, seperti buku pelajaran, alat tulis, makanan, dan lain-lain. Keberadaan koperasi sekolah bukan semata-mata sebagai kegiatan ekonomi, melainkan sebagai media pendidikan bagi siswa antara lain berorganisasi, kepemimpinan, tanggung jawab, dan kejujuran.

Selain tiga jenis koperasi tersebut, sesuai keanggotaannya masih banyak jenis lainnya. Misalnya koperasi yang anggotanya para pedagang di pasar dinamakan Koperasi Pasar, koperasi yang anggotanya para nelayan dinamakan Koperasi Nelayan.

JENIS-JENIS KOPERASI 

Jenis koperasi didasarkan pada kesamaan usaha atau kepentingan ekonomi anggotanya. Dasar untuk menentukan jenis koperasi adalah kesamaan aktivitas, kepentingan dan kebutuhan ekonomi anggotanya. Jenisnya adalah : 

a.      Koperasi Produsen

Koperasi produsen beranggotakan orang orang yang melakukan kegiatan produksi (produsen). Tujuannya adalah memberikan keuntungan yang sebesar besarnya bagi anggotanya dengan cara menekan biaya produksi serendah rendahnya dan menjual produk dengan harga setinggi tingginya. Untuk itu, pelayanan koperasi yang dapat digunakan oleh anggota adalah Pengadaan bahan baku dan Pemasaran produk anggotanya.

b.      Koperasi Konsumen

Koperasi konsumen beranggotakan orang orang yang melakukan kegiatan konsumsi. Tujuannya adalah memberikan keuntungan yang sebesar besarnya bagi anggotanya dengan cara mengadakan barang atau jasa yang murah, berkualitas, dan mudah didapat. Contoh :
-    1. koperasi simpan pinjam

-    2. koperasi serba usaha ( konsumen)

Rabu, 03 Februari 2016

Pengertian Campuran dan Larutan serta Cara Memisahkannya

-Campuran adalah materi yang terdiri atas 2 macam zat atau lebih dan masih memiliki sifat-sifat zat aslinya. Contoh : Bubur, kopi, es buah
-Larutan adalah campuran 2 zat atau lebih yang terdiri dari zat terlarut dan pelarut. Contoh : Larutan gula garam, teh manis, sirup cair

Campuran dan larutan juga bisa dipisahkan dengan cara-cara berikut :

Filtrasi adalah metode pemisahan yang digunakan untuk memisahkan cairan dan padatan yang tidak larut dengan menggunakan penyaring (filter) berdasarkan perbedaan ukuran partikel. Sebagai contoh menyaring air yang bercampur pasir disaring dengan kertas saring sehingga pasir akan tertinggal di kertas saring.
Dekantasi dapat digunakan sebagai salah satu alat alternatif selain filtrasi untuk memisahkan cairan dan padatan. Dekantasi dilakukan dengan cara menuang cairan secara perlahan-lahan, dengan demikian padatan akan tertinggal di dalam wadah tersebut. Metode jenis memang terbilang lebih cepat daripada filtrasi, namun hasilnya masih kurang efektif. Hasil akan menjadi lebih efektif bila ukuran zat padat jauh lebih besar, misalnya campuran air dengan kerikil.
3. Sentrifugasi

Metode jenis ini sering dilakukan sebagai pengganti filtrasi bila partikel padatan sangat halus dan jumlah campurannya lebih sedikit.  Metide sentrifugasi digunakan secara luas untuk memisahkan sel-sel darah dan sel-sel darah putih dari plasma darah. Dalam hal ini, padatan adalah sel-sel darah dan akan mengumpul di dasar tabung reaksi, sedangkan plasma darah berupa cairan berada di bagian atas.
4. Evaporasi (evaporasi)

Jika garam dicampur dengan air akan terbentuk larutan, larutan tersebut tidak dapat dipisahkan dengan metode filtrasi maupun sentrifugasi. Metode yang digunakan untuk memisahkan zat padat yang terlarut dari larutannya disebut evaporasi. Sebagai contoh adalah larutan garam, larutan dipanaskan secara perlahan dengan uap air. Selama pemanasan, air dibiarkan menguap perlahan-perlahan hingga habis dan meninggalkan kristal garam sebagai residu.
5. Distilasi (penyulingan)

Distilasi adalah metode pemisahan campuran zat cair dari larutannya berdasarkan perbedaan titik didih. Jika larutan dipanaskan, maka komponen titik didihnya yang lebih rendah akan menguap terlebih dahulu. Dalam kehidupan sehari-hari proses penyulingan digunakan sebagai pemisahan air tawar dan air laut, pembuatan etanol atau alkhol, dan proses pemisahan minyak bumi.
Campuran dua jenis zat cair yang tidak saling melarutkan dapat dipisahkan dengan corong pisah lalu didiamkan selama beberapa saat sampai membentuk dua lapisan terpisah. Contohnya adalah seperti pemisahan air dengan minyak
Kromatografi merupakan pemisahan campuran yang terjadi karena perbedaan kelarutan zat-zat dalam pelarut serta perbedaan penyerapan (adsorbsi) kertas terhadap zat-zat yang ingin dipisahkan. Suatu zat yang lebih dahulu larut dalam pelarut dan kurang terabsorbsi pada kertas akan bergerak lebih cepat.
Dalam kehidupan sehari-hari kromatografi berguna untuk :
  • Menguji apakah bahan pewarna yang digunakan dalam makanan aman untuk dikonsumsi
  •  Menguji tinta yang digunakan pada pemalsuan dokumen seperti surat, cek dan giro
  • Menguji apakah terdapat obat terlarang dalam urin atlet atau penyalahgunaan narkoba
  • Memeriksa apakah pestisida yag terdapat pada sayuran atau buah-buahan masih dalam batas aman
Sublimasi merupakan metode pemisahan campuran sesama zat padat berdasarkan perubahan wujud zat. Zat padat yang menyublim (berubah wujud menjadi gas atau sebaliknya) dapat dipisahkan dengan campurannya dengan zat padat yang tidak dapat menyublim menggunakan metode sublimasi. Contohnya seperti campuran iodin dengan garam dapat dipisahkan dengan cara pemanasan. Campuran dipanaskan di dalam wadah cawan yang ditutp dengan corong terbalik. Iodin akan menyublim dan menjadi uap, tapi pada saat menyentuh permukaan corong, uap iodin menyublim kembali menjadi padatan yang menempel pada permukaan corong sehingga dapat dipisahkan dengan padatan garam.
Pemisahan campuran dengan metode ekstraksi terjadi atas dasar perbedaan kelarutan zat terlarut di dalam pelarut yang berbeda. Ekstraksi sering dilakukan untuk mengambil sari dari suatu tumbuhan.
Kristalisasi ialah pemisahan campuran dengan cara mengkristalkan atau mengendapkan zat terlarut dalam larutan yang tadinya berupa cairan juga. Biasanya kristalisasi ini menggunakan suhu rendah untuk membuat cairannya mengendap. Sedangkan rekristalisasi ialah suatu proses kristalisasi ulang. misalnya kita mendapatkan kristal, namun kristal tersebut belum murni. untuk mendapatkan kristal yang lebih murni dilakukan rekristalisasi. rekristalisasi dilakukan dengan cara melarutkan kristal dalam pelarut kemudian mengkristalkannya kembali
Sumber : Johnson S., M.M, Kurikulum 2004 Sains Kimia SMP kelas VII, Erlangga, Bandung

Kamis, 28 Januari 2016

Makna Lagu Sarinande

Sarinande
Lagu tersebut mengenai salah satu tradisi Maluku dulu yang mana jika sebelum memasuki jenjang pernikahan, gadis-gadis diuji keterampilannya dalam bidang kewanitaan.
Jaman dulu para gadis diuji keterampilan memasaknya. Meniup api di depan tungku memerlukan kesabaran dan sikap rendah hati.
Sarinande adalah seorang gadis yang beranjak dewasa. Ibunya melihat mata Sarinande dalam keadaan bengkak matanya, menandakan bahwa ia belum bisa meniup api. Esok ia dapat mecobanya lagi.

Hal tersebut dalam lagu, diilustrasikan dengan seorang gadis meniup api di depan tungku sehingga mengepulkan asap.